Efisiensi Pasar kompetitif

April 20, 2011

Pembahasan ini mengenai efisiensi pasar kompetitif. Dalam pembahasan sebelumnya telah dijelaskan tentang pasar kompetitif yang ditunjukkan seperti  grafik berikut.

kompetitif1

Kita amati grafik, ketika harga naik di atas P1 maka terjadi kelebihan (surplus) dalam pasar. Sebaliknya jika harga berada dibawah P1, maka terjadi kekurangan (shortage) dalam pasar, yang besarnya seperti yang ditunjukkan pada grafik.

Pada P1, kuantitas berada pada Q1. Artinya kuantitas yang diminta oleh konsumen sama dengan kuantitas yang ditawarkan produsen di pasar. Dibandingkan dengan pernyataan untuk pasar kompetitif sebgai pasar yang berada dalam keseimbangan, pakar ekonomi cenderung lebih suka mengatakan kualitas dari suatu pasar kompetitif adalah sebagai suatu pasar yang efisien, yakni pasar yang lebih memaksimalkan kesejahteraan manusia.

Gary Becker dalam analisisnya menyatakan bahwa kurva Demand merupakan asumsi dari hubungan terbalik antara harga dan kuantitas. Dalam pembahasan ini, kurva tersebut digambarkan sebagai garis lurus tebal. Garis tebal tersebut merupakan suatu batas antara apa yang diterima dan apa ditolak oleh konsumen.

kompetitif2

Kurva tersebut kita anggap seperti sebuah mata pisau. Setiap titik yang berada pada mata pisau merupakan sesuatu yang bisa diterima oleh konsumen. Misalnya, konsumen mau membayar sebesar P1 untuk membeli kuantitas unit Q1. Artinya batas konsumen membeli Q1 adalah dengan harga P1. Selanjutnya konsumen semestinya mau membayar dengan harga P2 untuk membeli sebanyak Q1. Seterusnya pada harga P3.

kompetitif3

Oleh karena kurva Demand merupakan batas harga yang mau dibayar oleh konsumen untuk Q1, maka tiap-tiap titik yang berada di atas kurva Demand, misalnya titik A (harga P4) merupakan kombinasi yang ditolak konsumen. Begitupun pada kombinasi titik B untuk membeli unit dengan kuantitas Q1 juga ditolak oleh konsumen.

Saya tekankan sekali lagi, bahwa kurva Demand merupakan suatu batas antara yang diterima dan yang ditolak konsumen. Konsumen hanya mau menerima setiap kombinasi dari harga dan kuantitas pada daerah yang berwarna biru.

Begitu pula halnya pada kurva Supply, yaitu kurva yang merupakan suatu batas antara yang diterima dan yang ditolak oleh produsen.

kompetitif4

Produsen mau menerima harga minimal sebesar P1 untuk menjual sebanyak kuantitas Q1. Jika mereka mau menerima harga P1 untuk Q1, maka merekapun semestinya akan menerima harga P2 untuk kuantitas yang sama, Q1. Produsen akan menolak kombinasi pada titik D yang terletak di bawah kurva Supply, karena di situ harga P3 lebih rendah daripada biaya marjinal (marginal cost) untuk memproduksi unit sebanyak kuantitas Q1 tersebut. Daerah merah adalah kombinasi harga dan kuantitas yang diterima oleh produsen.

kompetitif5

Kita dapat kombinasikan kurva Demand dan Supply tersebut dengan setiap kombinasi harga dan kuantitas yang diterima dan ditolak oleh produsen dan kombinasi harga dan kuantitas yang diterima dan ditolak oleh konsumen.

kompetitif6

Kita ketahui bahwa:

  • kombinasi pada titik A diterima oleh produsen, tetapi ditolak oleh konsumen.
  • Kombinasi pada titik B ditolak oleh produsen, tetapi diterima oleh konsumen.
  • Kombinasi pada titik C ditolak oleh produsen dan konsumen.
  • Kombinasi pada titik D diterima oleh produsen dan konsumen.

Diberitahukan bahwa pasar kompetitif akan bergerak pada harga P1 dan kuantitas Q1 atau bergerak pada persilangan kurva Demand dan Supply (berada dalam keseimbangan /equilibrium). Pakar ekonomi menyatakan bahwa pasar yang efisien adalah pasar yang dapat memaksimalkan output yang diterima oleh konsumen dan produsen. Setiap kombinasi antara kuantitas yang diterima oleh konsumen dan produsen di antara sumbu 0 dan Q1.

Sebagai tambahan saja, pada pembahasan berikutnya nanti akan dijelaskan lebih terperinci tentang pasar kompetitif yang memaksimalkan ketersediaan surlpus untuk distribusi antara konsumen dan produsen.

kompetitif7

Titik-titik pada kurva Supply adalah biaya marjinal untuk memproduksi barang, dan titik-titik pada kurva Demand merupakan nilai marjinal barang tersebut. Dengan memproduksi sebanyak Q1, pasar akan menghasilkan yang merujuk pada nilai surplus (surplus value) yang sama dengan daerah x, y, dan z.

Dalam pembahasan kali ini, saya hanya menjelaskan secara ringkas bahwa pada daerah x, y, dan z merupakan keuntungan maksimal yang diperoleh dari hasil produksi terbaik untuk kuantitas Q1. Jika dalam kenyataannya, produksi yang terjadi adalah sebanyak Q2, maka keseluruhan keuntungan dalam segitiga x, y, dan z tersebut tidak dapat diperoleh. Daerah segitiga yang berwarna kuning akan hilang.

Jenis analisis ini digunakan untuk membicarakan dampak dari monopoli, polusi dan kebijakan-kebijakan lainnya.

Adapted from “Microeconomics for MBAs: The Economic Way of Thinking for Managers” by Richard B. Mckenzie and Dwight R. Lee

PARTY LESS STUDY MORE

Tags: ,



Leave a Reply